Sabtu, 09 April 2016

TUTORIAL LOGIN SEDERHANA MENGGUNAKAN ASP.NET DAN SQL SERVER

0

Gambar 1 : Layout Login

TUTORIAL LOGIN SEDERHANA MENGGUNAKAN ASP.NET DAN SQL SERVER


Lama gak posting jadi kangen neh, maklumin aja ane pengangguran banyak acara alias *Pengacara. :D

Assalamualaikum wr.wb, Salam Sejahtera untuk kita semua.

Untuk permulaan, dan semoga kedepannya lebih rajin lagi postingnya. Malam ini saya mau share sedikit ilmu pemrograman yang saya dapat dari tuntutan dan pengalaman belajar yaitu Sistem Login dengan koneksi database menggunakan ASP.NET (vb) dan SQL Server 2008. Untuk IDE nya, saya menggunakan Microsoft Visual Studio 2010.

Asumsinya, teman-teman sudah memiliki dan mengetahui langkah pengoperasian Visual studio dan Sql Server 2008 agar tidak terjadi kesulitan, karena disini saya hanya akan membahas kodingnya saja. 

1. Baiklah kita langsung saja ke studi kasus.Buat Database pada SQL Server yang kamu punya(bebas), lalu buatkan table. Disini saya membuat table “admin_login”. Contoh nya, lihat gambar.

Atau kamu bisa ketik query dibawah ini. *Jangan lupa gunakan database yang sudah dibuat ya “use [nama database]” tanpa petik.

CREATE TABLE admin_login(
id_admin     int identity(1,1) not null
email                             varchar(100) not null,
phone                           varchar(100) not null,
username   varchar(100) not null,
password    varchar(100) not null,
constraint pk_admin              primary key(id_admin)

);


2. Langkah selanjutnya coba teman-teman isikan 1 nilai pada tiap field untuk sampel pada table admin_login tadi atau table yang kamu buat. Bisa dilakukan dengan mode wizard seperti ini :

Atau dengan mode Query seperti ini:

INSERT INTO admin_login
(email, phone, username, password)
values
('egichoice@gmail.com',085811883595,'admin',0103);

Bagaimana, sampai disini gak ada kesulitan berarti kan? Syukurlah kalo gitu :D
3. OK berikutnya teman-teman buka Microsoft Visual Studio nya yaa.. Sepertinya udah pada jago, jadi gak perlu diajarin lagi yaa.. Hhee
Buat 2 Form, form pertama untuk Layout Login, form kedua untuk Layout Welcome.
4. Lanjut ke form pertama, buat form dengan nama bebas. Disini saya memakai nama Default.aspx
Ketikkan script dibawah ini, atau copas juga boleh!! J

<%@ Page Language="VB" AutoEventWireup="false" CodeFile="Default.aspx.vb" Inherits="_Default" %>

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">

<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head runat="server">
    <title> :: Login :: </title>
    <link href="css/Loginstyle1.css" rel="Stylesheet" type="text/css" />
</head>
<body>
    <form id="form1" runat="server">
    
    <div id="login">
            <%--ini Judul Loginnya--%>
        <h3>Login Administrator</h3>

            <%--Validation Summary fungsinya sebagai Ringkasan atas keterangan validasi, bisanya untuk Error--%>
        <asp:ValidationSummary ID="vs1" runat="server" BackColor="#CCFF66"
            BorderColor="#9933FF" Font-Bold="True" Font-Italic="True" Font-Size="Medium"
            ForeColor="#FF6600" ShowMessageBox="True" ValidationGroup="vglogin" />
        <fieldset>
           
            Username
            <asp:TextBox ID="txtusername" CssClass="text" runat="server" />

            <%--Required Field Validator berfungsi untuk memvalidasi kesalah pengisian.
            Disini berfungsi sebagai peringatan apabila field pengisian kosong--%>
            <asp:RequiredFieldValidator ID="rfv1" runat="server"
                ControlToValidate="txtusername" Font-Bold="True" Font-Size="Medium"
                ForeColor="Red" SetFocusOnError="True" ValidationGroup="vglogin"
                ErrorMessage="Username Kosong" ></asp:RequiredFieldValidator>

            <br />

            password
            <asp:TextBox ID="txtpass" runat="server" TextMode="Password" CssClass="password" /><br />
            <asp:RequiredFieldValidator ID="rfv2" runat="server"
                ControlToValidate="txtpass" Display="Dynamic" Font-Bold="True"
                Font-Size="Medium" SetFocusOnError="True" ValidationGroup="vglogin"
                ErrorMessage="Password kosong!!" ></asp:RequiredFieldValidator>
            <asp:Button ID="btnlogin" runat="server" CssClass="button" Text="Login" ValidationGroup="vglogin" />

            <div class="border-p">
            </div>
            <%--<p>OR</p>--%>
            <asp:Button ID="btnfb" runat="server" CssClass="button" Text="Login with facebook" />
        </fieldset>
       
    </div>
    </form>
</body>
</html>


Tampilan awal pasti seperti ini karena belum diberi sentuhan css:


*Keterangan: 1. ControlToValidate: validasi pada field yang dituju.
2. Validation Group: group validasi yang akan berguna untuk menganalisis kesalahan yang mungkin akan terjadi bersamaan, dan akan diidentifikasi pada event tertentu (biasanya pada event click).


Gambar diatas adalah tampilan PopUp “Show Message box” yang ada pada properties Validation Summary jika ShowMessageBox bernilai “True”.


Gambar diatas menerangkan point kesalahan pada pengisian, karena field kosong!! saat Button Login telah di Click. Baris berwarna kuning adalah ValidationSummary.

5.  Lanjut ke Form berikutnya, Teman – teman buat form sederhana yang fungsinya sebagai form tujuan yang akan ditampilkan setelah login berhasil.


6. Selanjutnya buat file css, dengan cara Klik kanan pada project > Add New Item atau Ctrl+Shift+a. Pilih Stylesheet.css. Buat nama Bebas!!.


Lalu ketik Script berikut ini:

body
{
    margin: 0;
    padding: 0;
}

#login
{
    max-width: 340px;
    margin: 100px auto;
    background:#f9f9f9;
    box-shadow: 0 0 10px #aaa;
    }

#login h3
{
    text-align: center;
    padding: 25px 10px;
    background-color: #2b2f3e;
    color: #b0b0bc;
    }
   
fieldset
{
    margin: 0;
    border: none;
    }

form
{
    padding: 0;
    margin: 0;
    padding: 15px;
    }

input[type='text'], input[type='password']
{
    width: 90%;
    padding: 1em;
    margin-top: 1.2em;
    color: #888;
    }
input[type="button"]
{
    width: 100%;
    padding: 1.4em;
    margin: 1.5em 0;
    color: #888;
    background-color: #00cdb1;
    border: none;
    color: #eee;
    border-bottom: 4px solid transparent;
    }

input[type="button"]: hover
{
    opacity: 0.8;
    border-color: #00adb1;
    }

form p
{
    text-align: center;
    color: #888;
    width: 30px;
    margin: 1-px auto 0;
    background: #f9f9f9;
    position: relative;
    bottom: 20px;
    }
.border-p
{
    border-top: 1px solid #888;
    margin: 10px 10px;
    }

.button
{
    background-color: #3b5998;
    width: 100%;
    padding: 1.43m;
    margin-bottom: 1em;
    color: #888;
    border: none;
    color: #eee;
    border-bottom: 4px solid transparent;
    }

.button:hover
{
    opacity: 0.9;
    border-color: #3b3998;
   
    }


*Keterangan: 1. Identifikasi elemen HTML melalui tagnya (p,a,h1. dst)
             2. Identifikasi elemen melalui nama classnya (.button:hover)
             3. Identifikasi elemen melalui ID nya(#login)

Jika teman-teman sudah selesai mengetik script css diatas, maka lakukan pemanggilan atas css tersebut kedalam form login. Form saya bernama “Default.aspx”. Tulis script ini didalam element <Head> : Disini : </head>

Link koneksi CSS berada dibawah Title.
Bagaimana, gak susah kan. Jika berhasil, maka tampilannya akan berubah seperti gambar 1.

7. Sekarang beranjak ke Programmingnya neh. Masih di IDE kesayangan kita Visual Studio, teman-teman buat file baru dengan tipe Class. Klik Kanan pada project > Pilih New Item Cari Class. Beri nama bebas. Lihat gambar!


Ketikkan script sebagai berikut:

'4 Baris dibawah ini adalah Library bawaan Microsoft. Wajib dipakai yaa untuk koneksi database
Imports Microsoft.VisualBasic
Imports System.Data.SqlClient
Imports System.Data
Imports System.Data.OleDb

Public Class MyConnection
    Public connect As SqlClient.SqlConnection           'Prosedur koneksi database
    Public oleDbcommand As New SqlClient.SqlCommand     'Prosedur identifikasi query database
    Public myreader As SqlClient.SqlDataReader          'Prosedur pengenal data query

    Public Sub katalog()
        'INI ADLAAH FORMAT KONEKSI DATABASE YANG DIMANA DATABASE TERSEBUT "TIDAK DIPASANG" SISTEM AUTENTIKASI / PASSWORD

        connect = New SqlConnection("server=(local);database='EgiDB';Trusted_Connection=True;")
    End Sub

    Public Sub Login()
        'INI ADLAAH FORMAT KONEKSI DATABASE YANG DIMANA DATABASE TERSEBUT "DIPASANG" SISTEM AUTENTIKASI / PASSWORD

        connect = New SqlConnection("server=(local);database='cevest';User ID=sa;Password=1234567;")
    End Sub

End Class

8. Lanjut ke code behind di form login. Klik kanan pada text Editor > Pilih View Code > Lalu pilih event Button. Lihat gambar



Lalu pilih “Deklarasi” Click, Seperti ini: ada disebelah kanan


Atau bisa juga teman – teman double Klik pada button Login pada tab Design.


Ketikkan Script dibawah ini:
Partial Class _Default
    Inherits System.Web.UI.Page
    Dim kon As New MyConnection     'Memanggil Class Koneksi pada file Class

    Protected Sub btnlogin_Click(ByVal sender As Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnlogin.Click
        With kon    'Memakai koneksi pada class
            kon.Login()     'Panggil statement Login pada class koneksi
            .connect.Open()     'memanggil keyword koneksi pada class koneksi
            .oleDbcommand.Connection = .connect     'Commandtext dihubungkan dengan query koneksi sql/database
            'Query Select Database
            .oleDbcommand.CommandText = "SELECT * FROM login_admin where username = '" & txtusername.Text & "' and password = '" & txtpass.Text & "'"
            .myreader = .oleDbcommand.ExecuteReader
            If .myreader.Read Then
                Response.Redirect("~/Application/Welcome.aspx")     'Respon saat berhasil Login, langsung menuju form Welcome
            End If

            If Not .myreader.IsClosed Then
                .myreader.Close()       'Menutup Koneksi
                .connect.Close()
            End If
        End With
    End Sub

    Protected Sub Page_Load(ByVal sender As Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Me.Load
        txtusername.Focus()
    End Sub
End Class

Jika Login Berhasil Maka akan tampil seperti ini:







Selesai… J

Selamat Mencoba yaa…
Silahkan tinggal kan komentar jika ada yang perlu ditanyakan.






Jumat, 04 Desember 2015

Dasar - Dasar Pengertian Perangkat Lunak

0


Software Anti gaptek

Selamat Pagi, Salam Sejahtera..

Kali ini saya akan membagikan sedikit pengetahuan kepada teman-teman tentang Software. Postingan ini saya kutip dari buku-buku beken yang saya beli untuk penelitian saya dan laporan tugas kuliah.

      Dasar - Dasar Pengertian Perangkat Lunak
Perangkat lunak adalah obyek tertentu yang dapat dijalankan seperti kode sumber, kode obyek, atau sebuah program yang lengkap. Produk perangkat lunak memiliki pengertian perangkat lunak yang ditambahkan dengan semua item dan pelayanan pendukung yang secara keseluruhan dapat memenuhi kebutuhan pemakai.
Produk perangkat lunak memiliki banyak bagian yang meliputi manual, refrensi, tutorial, instruksi instalasi, data sampel, pelayanan pendidikan, pelayanan pendukung teknis, dan sebagainya.
Semua yang dihasilkan oleh proyek perangkat lunak adalah produk kerja (work product). Produk kerja meliputi :
1.      Dokumen Engineering yang dipakai untuk menentukan, mengontrol, dan memantau usaha kerja.
2. Obyek yang dijalankan seperti prototype, kendali test (test harness), dan piranti pengembangan tujuan khusus.
3.      Data yang digunakan untuk testing, melacak proyek dan sebagainya.
Perangkat lunak pada dasarnya merupakan perilaku dinamis dari suatu program computer, sedangkan program adalah ekspresi intelektual yang dapat dirancang oleh seorang pemakai pada tingkatan tertentu.

Jenis-jenis Perangkat Lunak (software)

Perangkat lunak komputer merupakan serangkaian instruksi dengan aturan tertentu yang mengatur operasi perangkat keras. Perangkat lunak terdiri atas dua jenis, yaitu :
1.      Sistem Operasi (Operating System)
Sistem operasi berfungsi menyediakan tempat dalam memori untuk menyimpan data yang sedang diolah dan mengawasi bahwa tidaka ada data yang tiba-tiba masuk dan menimpa data lain atau sebagian dari program aplikasi.
Sistem operasi juga mengatur pembacaan dan penyimpanan data dari dan ke tempat penyimpanan sekunder. Selain itu sistem operasi juga bertugas mengatur, menghapus, menyalin, dan membuat indeks bagi setiap file dalam komputer.
Pada dasarnya, sistem operasi adalah gabungan program-program yang saling terkait yang bertindak sebagai buffer antara sebuah program aplikasi dengan perangkat keras yang ada dalam komputer.
Pada umumnya sistem operasi suatu computer berada di ROM (Read Only Memory), sehingga komputer tersebut langsung bisa dipakai.
2.      Bahasa Pemrograman (Programming Language)
Bahasa pemrograman computer hanya dapat menjalankan instruksi dalam bahasa mesin, yaitu sebaris angka-angka 0 dan 1. Bahasa mesin ini tidak praktis, sehingga dikembangkan bahasa tingkat tinggi yang mirip dengan bahasa inggris, misalnya BASIC, COBOL, PASCAL, C, FORTRAN.
Konsekuensi logis dengan adanya bahasa tingkat tinggi yaitu diperlukan adanya program yang dapat menterjemahkan bahasa tadi kedalam bahasa mesin, interpreter atau compiler.
Perangkat lunak engineering berkaitan dengan produk program. Perangkat lunak engineering merupakan disiplin rekayasa (engineering). Terdapat perbedaan mendasar antara seorang ilmuwan dengan engineer, ilmuwan membangun dalam usaha untuk belajar, sementara engineer belajar dalam usaha untuk membangun.
Kegiatan perangkat lunak engineering meliputi beberapa hal, diantaranya adalah :
1.      Analisa kebutuhan dan spesifikasi.
2.      Estimasi “Feasibility” dan sumber daya.
3.      Desain solusi perangkat lunak berbasis komputer.
4.      Implementasi desain berupa program.
5.      Pengukuran kualitas hasil akhir berupa perangkat lunak.
Software be GrowUp
Karakteristik Perangkat Lunak
Penelitian dan pemahaman tentang karakteristik perangkat lunak sangatlah penting, untuk memperoleh pemahaman tentang perangkat lunak yang pada dasarnya berbeda dengan hal-hal lain yang dibangun oleh manusia.
Perangkat lunak lebih merupakan elemen logika dan bukan merupakan elemen sistem fisik. Sehingga perangkat lunak memiliki ciri yang berbeda dari perangkat keras.
a.      Perangkat Lunak Dibangun dan Dikembangkan, Tidak Dibuat Dalam Bentuk yang Klasik.
Meskipun banyak kesamaan diantara pabrik perangkat keras dan perangkat lunak, aktivitas keduanya secara mendasar sangat berbeda.
Dalam kedua aktivitas tersebut, kualitas yang tinggi dicapai melalui perancangan yang baik, tetapi dalam pembuatan perangkat keras, selalu saja ditemukan masalah kualitas yang tidak mudah untuk disesuaikan dengan perangkat lunak.
Kedua aktivitas ini tergantung pada manusia, tetapi hubungan antara penerapan yang dilakukan manusia dengan usaha yang diperoleh sangat berbeda. Kedua aktivitas ini membutuhkan konstruksi sebuah produk, tetapi pendekatan yang dipakai berbeda.
b.      Perangkat Lunak Tidak Pernah Usang
            Perangkat lunak tidak rentan terhadap pengaruh lingkungan yang merusak yang menyebabkan perangkat keras menjadi usang. Secara teoritis, kurva tingkat kegagalan perangkat lunak akan sesuai dengan apa yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini :



Kesalahan-kesalahan yang tidak dapat ditemukan akan meyebabkan tingkat kegagalan menjadi sangat tinggi pada awal hidup program.
Aspek lain yang membedakan adalah. Bila komponen suatu perangkat keras telah usang, komponen tersebut dapat diganti dengan suku cadangan. Namun tidak ada suku cadangan bagi perangkat lunak.
Setiap kegagalan perangkat lunak menggambarkan kesalahan dalam perancangan atau proses dimana rancangan diterjemahkan kedalam kode mesin yang dapat dieksekusi.
Oleh karena itu, pemeliharaan perangkat lunak menjadi lebih kompleks daripada pemeliharaan perangkat keras.
c.      Sebagian Besar Perangkat Lunak Dibuat Secara Custom-Built, Serta Dirakit dari Komponen yang Sudah Ada.
Perhatikan bagaimana perangkat keras untuk produk berbasis mikroprosesor dirancang dan dibuat. Pengembangan disain menggambarkan sebuah skema sederhana dari rangkaian digital, melakukan serangkaian analisis dasar untuk memastikan bahwa fungsi yang tepat dapat dicapai serta kemudian menyesuaikan ke katalog komponen digital.
Setiap IC (chip) mempunyai nomor bagian tersendiri, sebuah fungsi yang sudah terdefinisi dan tervalidasi, interface yang didefinisikan dengan baik, serta rangkaian standar tuntunan integrasi. Setelah komponen diseleksi, perangkat keras dapat dipesan secara terpisah.
Pada perancangan perangkat lunak, tidak diberi fasilitas  seperti yang digambarkan diatas. Dengan sedikit pengecualian, tidak ada katalog komponen perangkat lunak.
Fungsi Software
Secara umum fungsi dari software komputer yang utama adalah:
1)      Melakukan aktifitas bersama-sama dengan hardware.
2)      Menyediakan segala sumber daya yang bisa digunakan pada sebuah komputer.
3) Bertindak sebagai perantara antara pengguna (user) dengan perangkat keras (hardware) untuk melakukan aktifitas dengan perintah yang harus dilakukan dalam software komputer
Dibawah ini adalah gambar struktur software komputer :


luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com